Sambungan Baja Ringan: Las, Baut, atau Sekrup? 

Sambungan Baja Ringan Dilas

Sambungan baja ringan dilas dalam sebuah proyek konstruksi, sering dianggap bagian kecil. Padahal, bagian ini sangat menentukan kekuatan dan kerapian hasil akhir. Karena itu, pertanyaan tentang metode sambungan yang paling tepat sering muncul di lapangan.

Tiga metode yang paling sering dibahas adalah las, baut, dan sekrup. Masing-masing punya kelebihan dan keterbatasan. Jadi, pilihan sambungan tidak bisa disamaratakan untuk semua proyek.

Baja Ringan Bisa Dilas, Tapi Ada Konsekuensinya 

Secara teknis, baja ringan memang bisa dilas. Namun, prosesnya tidak sesederhana mengelas baja biasa. Material baja ringan umumnya tipis. Misalnya, kanal C sering memiliki ketebalan sekitar 0,75 sampai 1 mm.

Pada material setipis ini, pengelasan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Arus listrik perlu disesuaikan. Kawat las juga harus kecil. Tekniknya pun tidak bisa asal tarik. Biasanya, pengelasan dilakukan dengan titik-titik agar material tidak mudah rusak.

Kalau dikerjakan oleh aplikator yang berpengalaman, hasil las bisa cukup kuat. Tetapi hasilnya sering kurang rapi dibandingkan sambungan dengan sekrup, baut, atau paku rivet. Selain itu, bekas las juga bisa meninggalkan tonjolan pada permukaan material.

Baut dan Sekrup Lebih Sering Dipakai di Lapangan

Baut SDS
Baut SDS

Di banyak proyek, baut dan sekrup lebih umum digunakan. Alasannya sederhana, metode ini lebih cepat, lebih praktis, dan lebih mudah diterapkan.

Sekrup sering menjadi pilihan utama untuk sambungan rangka baja ringan. Pemasangannya rapi dan efisien. Baut juga dipakai pada kondisi tertentu yang membutuhkan sambungan lebih kokoh atau perlu dibongkar pasang.

Dari sisi waktu kerja, dua metode ini jauh lebih efisien dibandingkan las. Tukang tidak perlu memakai kawat las dalam jumlah besar. Proses pengerjaan juga lebih singkat. Karena itu, untuk proyek yang mengejar kecepatan dan efisiensi, baut dan sekrup biasanya lebih masuk akal.

Baca juga: Atap Baja Ringan Tiba-tiba Bunyi Saat Angin Kencang? Jangan Panik Dulu!

Mana yang Lebih Tepat?

Tidak ada satu metode sambungan yang selalu paling unggul untuk semua kondisi. Pilihan yang tepat perlu disesuaikan dengan fungsi struktur, efisiensi kerja, dan kebutuhan teknis di lapangan.

Kalau yang dicari adalah sambungan yang kuat, las bisa menjadi opsi. Tetapi jika mempertimbangkan efisiensi, kerapian, dan risiko kerusakan material, baut dan sekrup biasanya lebih aman dipilih.

Baja ringan memiliki lapisan pelindung Aluminium-Zinc (AZ) yang berfungsi mencegah karat. Saat proses las dilakukan, lapisan ini bisa terganggu. Jika sambungan lalu dirapikan dengan gerinda, coating bisa ikut rusak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat korosi.

Karena itu, penting memilih baja ringan berstandar SNI dengan lapisan AZ yang terpercaya, seperti Baja Ringan VIVO. Material yang tepat membantu menjaga kekuatan struktur, meningkatkan ketahanan terhadap korosi, dan mendukung hasil pemasangan yang lebih rapi serta tahan lama.

Jadi, baja ringan memang bisa dilas, tetapi bukan berarti itu selalu menjadi pilihan terbaik. Pengelasan membutuhkan keahlian lebih tinggi, waktu pengerjaan lebih lama, dan biaya yang bisa lebih besar. Untuk banyak pekerjaan lapangan, baut dan sekrup lebih praktis dan lebih aman. Pilihan terbaik tetap bergantung pada jenis proyek, fungsi struktur, dan kebutuhan teknis di lapangan.***

Sambungan Baja Ringan: Las, Baut, atau Sekrup? 
Scroll to top
error: Content is protected !!