Awas Kena Tipu, Kualitas Baja Ringan yang Tidak Sesuai Standar Bisa Cepat Karatan!

Kualitas Baja Ringan Tidak Sesuai

Produk baja ringan menjamur di pasaran, mengingat penggunaan material ini semakin populer di dunia konstruksi, baik untuk kebutuhan pembangunan proyek pergudangan, pabrik, maupun rumah.

Dengan banyaknya baja ringan yang beredar ini, masyarakat harus lebih selektif dalam memilih material tersebut. Khususnya terkait jaminan kualitas, seperti material yang memiliki ketebalan sesuai untuk kegunaannya.

Sebab, kualitas baja ringan yang tidak sesuai dengan peruntukannya berisiko menimbulkan karat. Kenapa?

Kualitas Tidak Sesuai Bisa Bikin Baja Ringan Karatan?

Karat pada baja ringan menjadi salah satu ancaman serius, mengingat efeknya bisa menyebabkan struktur bangunan melemah. Potensi bangunan ambruk pun semakin meningkat.

Kualitas yang kurang sesuai, sebagai salah satu faktor terjadinya karat ini erat kaitannya dengan Base Metal Thickness (BMT) serta Total Coating Thickness (TCT).

Contoh Karat pada Atap (Penutup) Baja Ringan yang Ketebalannya yang tidak sesuai
Contoh Karat pada Atap (Penutup) Baja Ringan yang Ketebalannya yang tidak sesuai

BMT merupakan ketebalan baja dasar sebelum dilapisi Aluminium-Zinc (AZ), resin, cat, maupun bahan pelapis lainnya. Untuk perhitungan desain serta desain struktural, Base Metal Thickness menjadi indikasi kekuatan material yang akurat.

Sedangkan TCT adalah ketebalan baja setelah diberi pelapis, baik itu resin, Aluminium-Zinc (AZ), maupun cat. Berbeda dengan BMT, Total Coating Thickness tidak berhubungan dengan kekuatan inti baja.

Walau fungsinya berbeda, baik BMT maupun TCT berpengaruh terhadap durability (daya tahan/usia pakai) baja ringan.

Baca juga: Atap Vivo Baja Ringan Terbukti Kuat, Bisa Menahan Beban Lebih dari 2 Kwintal!

Dalam hal ini, harga baja ringan boleh lebih murah. Namun jika BMT, TCT, maupun lapisan AZ tidak sesuai, usia pakai bisa lebih rendah.

Ketika terkena cuaca secara terus menerus, risiko timbulnya karat maupun korosi akan semakin meningkat.

***

Berdasarkan ulasan di atas, penting untuk memilih baja ringan yang kualitasnya sesuai standar, untuk mencegah terjadinya karat maupun korosi.

Seperti produk VIVO Baja Ringan Indonesia yang telah menggunakan Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) bermutu dengan SNI 4096:2007 (SNI bahan baku/ Baja lembaran dan gulungan lapis paduan aluminium-seng).

Artinya, Baja Ringan VIVO kualitanya telah terjamin, di mana BMT, TCT, serta lapisan AZ sudah sesuai.

Awas Kena Tipu, Kualitas Baja Ringan yang Tidak Sesuai Standar Bisa Cepat Karatan!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top
error: Content is protected !!