Ciptakan Rumah Tumbuh 2 Lantai dengan VIVO Baja Ringan, Bagaimana Caranya?

Rumah Tumbuh 2 Lantai

Rumah tumbuh 2 lantai menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin membangun tempat tinggal di lahan terbatas, namun masih terkendala dengan dana.

Lantas apa itu rumah tumbuh? Jika diartikan, konsep ini adalah hunian yang dirancang untuk pembangunan secara bertahap serta disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan pemilik bangunan.

Konsep konsep rumah ini terbagi menjadi dua tipe, yaitu vertikal dan horizontal. Tipe vertikal adalah rumah bertingkat atau ‘tumbuh’ ke arah atas, cocok diterapkan di lahan terbatas. Sementara tipe horizontal berarti hunian yang ‘tumbuh’ menyamping, sehingga memerlukan lahan lebih luas dua kali lebih luas dari bangunan pertama.

Inspirasi Rumah Tumbuh Vertikal
Inspirasi Rumah Tumbuh Vertikal (dok. Instagram.com @concretize_interiores)

Dalam hal ini, rumah tumbuh 2 lantai termasuk dalam tipe vertikal. Dimana pembangunan awalnya diperlukan pondasi kuat agar tidak perlu bongkar ulang saat akan menambah luas bangunan.

Faktor Penting dalam Membangun Rumah Tumbuh 2 Lantai

  • Desain dan Pondasi

Mengingat pembangunan hunian ‘tumbuh’ secara bertahap, penting untuk memerhatikan desain. Sehingga ‘pertumbuhan’ rumah bisa konsisten dan tidak perlu mengubah kondisi hunian yang dibangun sebelumnya.

Pondasi yang kuat pun diperlukan dalam pembangunan tipe vertikal. Contohnya, rumah 2 lantai membutuhkan struktur pondasi jenis cakar ayam atau foot plat yang dapat diterapkan di segala jenis tanah, baik lunak maupun keras. Pondasi ini pun mampu  mencengkeram tanah secara kuat agar bangunan di atasnya benar-benar kokoh.

Baca juga: Atap Baja Ringan Bunyi ‘Ctak’ Saat Siang Hari, Bahaya Tidak Ya?

  • Skala Prioritas

Faktor penting lainnya adalah menentukan ruangan apa saja yang menjadi prioritas pada pembangunan awal. Caranya, tuangakan dalam bentuk supaya lebih mudah membayangkannya.

Sebagai gambaran, kamar tidur, kamar mandi, dapur, hingga ruang tamu dapat menjadi skala prioritas pembangunan awal.

  • Infrastruktur Rumah Tumbuh

Sambungan listrik, pipa air, hingga saluran akhir termasuk infrastruktur rumah yang penting untuk dipertimbangkan, mengingat pembangunan dilakukan secara bertahap.

Pastikan bagian-bagian infrastruktur rumah tesebut mudah disambungkan pada saat pembangunan lanjutan dilakukan.

  • Pemilihan Material untuk Rumah Tumbuh 2 Lantai

Ilustrasi Aplikasi VIVO Deck
Ilustrasi Aplikasi VIVO Deck (dok.Instagram.com @omahlembang)

Material yang ‘umum’dan kokoh penting diterapkan pada konsep rumah tumbuh 2 lantai. Hal ini mengingat pemilihan material yang hanya mengikuti tren dan jumlahnya terbatas akan membuat model rumah pada pembangunan selanjutnya tidak sesuai harapan. Alhasil, desain rumah tumbuh pada pembangunan pertama dan lanjutan tidak serasi.

Baca juga: Lebih Baik Pilih Baja Ringan atau Besi Hollow untuk Kanopi Teras Rumah?

Sementara untuk penggunaan material yang kokoh dan awet juga penting, terutama untuk pembangunan dek lantai. Karena akan digunakan untuk menambah ruang lain pada pembangunan lanjutan.

VIVO Deck
VIVO Deck

VIVO Deck yang menggunakan ZINIUM® (AS/AZ 70) adalah alternatif terbaik untuk mewujudkan pembangunan dek lantai rumah tumbuh vertikal lebih awet.

Penggunaan dek lantai dari VIVO Baja Ringan ini bukan hanya dapat menghemat besi tulangan. Material ini pun memungkinkan untuk diekspos, sehingga penambahan plafon tidak harus dilakukan. VIVO Deck pun mendukung terciptanya konsep industrial look, sehingga hunian tampak elegan dan menawan.

***

Melalui ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembangunan rumah tumbuh 2 lantai memerlukan perencanaan secara matang. Selain beberapa faktor di atas, menggunakan jasa profesional pun perlu dipertimbangkan agar hunian impian dapat terwujud.

Ciptakan Rumah Tumbuh 2 Lantai dengan VIVO Baja Ringan, Bagaimana Caranya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top
error: Content is protected !!